Tampilkan postingan dengan label stegnografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stegnografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2011

Sejarah Steganografi

Steganography atau sering juga dikenal dengan information hiding merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana menyembunyikan data pada data yang lain, yaitu dalam dalam format digital. Kata steganography berasal dari bahasa Yunani yang berarti tulisan tersembunyi (covered letter). Selain teknik steganography ada teknik lain yang digunakan untuk penyembunyian data yaitu dengan menggunakan teknik watermarking. Kedua teknik tersebut merupakan cara menyampaikan informasi tersembunyi dengan media data yang lain.
Antara steganography dan watermarking memang berbeda dan belum pernah ada referensi yang menyebutkan bahwa keduanya tidak berbeda. Namun tidak banyak yang mengungkapkan perbedaan diantara keduanya. Perbedaan utama antara steganography dan watermarking adalah pada tujuan atau implementasi kedua metode tersebut. Steganography dimaksudkan dalam komunikasi informasi, sedangkan watermarking dimaksudkan untuk perlindungan hak cipta atau milik siapa dokumen tersebut. Kalau ditinjau secara umum antara steganography dan watermarking tidak berbeda secara signifikan. Bahkan dalam beberapa tulisan referensi disebutkan bahwa watermarking adalah merupakan salah satu bagian dari steganography, karena memang teknik-teknik yang dilakukan dalam watermarking merupakan salah satu bagian dari steganography.
Steganography juga berbeda dengan cryptography yaitu terletak pada hasil keluarannya. Hasil dari cryptography biasanya berupa data yang berbeda dari bentuk aslinya dan biasanya datanya seolah-olah berantakan namun dapat dikembalikan ke data semula. Sedangkan hasil dari keluaran steganography memiliki bentuk yang sama dengan data aslinya, tentu saja persepsi ini oleh indra manusia, tetapi tidak oleh komputer atau pengolah data digital lainnya. Selain itu pada steganography keberadaan informasi yang disembunyikan tidak terlihat/diketahui dan terjadi penyampulan tulisan (covered writing). Sedangkan pada cryptography informasi dikodekan dengan enkripsi atau teknik pengkodean dan informasi diketahui keberadaanya tetapi tidak dimengerti maksudnya. Namun secara umum steganography dan cryptography mempunyai tujuan yang sama yakni mengamankan data, bagaimana supaya data tidak dapat dibaca, dimengerti atau diketahui secara langsung.
Steganography memanfaatkan kekurangan – kekurangan indra manusia seperti mata dan telinga. Dengan kekurangan inilah maka teknik ini dapat diterapkan dalam berbagai media digital.

Media cover merupakan data digital yang akan ditempeli dengan data yang akan disembunyikan atau sering disebut dengan stego medium. Berbagai media yang dapat digunakan sebagai cover dari data atau informasi yang akan disembunyikan dengan berbagai teknik steganography. Media yang dimaksudkan adalah media dalam bentuk file digital dengan berbagai format, antara lain :
  • Images (bmp, gif, jpeg, tif, dll)
  • Audio (wav, Mp3, dll)
  • Video
  • Teks
  • Hidden partition

Pengertian Steganografi

Steganografi adalah suatu teknik untuk menyembunyikan informasi yang bersifat pribadi dengan sesuatu yang hasilnya akan tampak seperti informasi normal lainnya. Media yang digunakan umumnya merupakan suatu media yang berbeda dengan media pembawa informasi rahasia, dimana disinilah fungsi dari teknik steganography yaitu sebagai teknik penyamaran menggunakan media lain yang berbeda sehingga informasi rahasia dalam media awal tidak terlihat secara jelas [Waheed, 2000].
Steganografi biasanya sering disalahkaprahkan dengan kriptografi karenanya keduanya sama-sama bertujuan untuk melindungi informasi yang berharga. Perbedaan yang mendasar antara keduanya yaitu steganografi berhubungan dengan informasi tersembunyi sehingga tampak seperti tidak ada informasi tersembunyi sama sekali. Jika seseorang mengamati objek yang menyimpan informasi tersembunyi tersebut, ia tidak akan menyangka bahwa terdapat pesan rahasia dalam objek tersebut, dan karenanya ia
tidak akan berusaha memecahkan informasi (dekripsi) dari objek tersebut.
Kata steganografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata Stegan (tersembunyi) dan Graptos (tulisan). Steganografi di dunia modern biasanya mengacu pada informasi atau suatu arsip yang telah disembunyikan ke dalam suatu arsip citra digital, audio, atau video. Teknik Steganography ini telah banyak digunakan dalam stratgei peperangan dan pengiriman sandi rahasia sejak jaman dahulu kala. Dalam perang Dunia II, teknik steganography umum digunakan oleh tentara Jerman dalam mengirimkan pesan rahasia dari atau menuju Jerman [Simmons., 1983]. Semakin pentingnya nilai dari sebuah informasi, maka semakin berkembang pula metode-metode yang dapat digunakan untuk melakukan penyisipan informasi yang didukung pula dengan semakin berkembangnya media elektronik. Berbagai macam media elektronik kini telah dapat digunakan untuk melakukan berbagai fungsi steganography dengan berbagai macam tujuan dan fungsi yang diharapkan oleh penggunanya. Sebagai fungsi yang umum, steganography digunakan untuk memberikan cap khusus dalam sebuah karya yang dibuat dalam format media elektronik sebagai identifikasi [Johnson, 2006].
Satu hal esensial yang menjadi kelebihan steganografi adalah kemampuannya untuk menipu persepsi manusia, manusia tidak memiliki insting untuk mencurigai adanya arsip-arsip yang memiliki informasi yang tersembunyi di dalamnya, terutama bila arsip tersebut tampak seperti arsip normal lainnya. Namun begitu terbentuk pula suatu teknik yang dikenal dengan steganalysis, yaitu suatu teknik yang digunakan untuk mendeteksi penggunaan steganografi pada suatu arsip. Seorang steganalyst tidak berusaha untuk melakukan dekripsi terhadap informasi yang tersembunyi dalam suatu arsip, yang dilakukan adalah berusaha untuk menemukannya. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi steganografi seperti melakukan pengamatan terhadap suatu arsip dan membandingkannya dengan salinan arsip yang dianggap belum direkayasa, atau berusaha mendengarkan dan membandingkan perbedaannya dengan arsip lain bila arsip tersebut adalah dalam bentuk audio.
Sejarah Steganografi
Seperti kriptografi, penggunaan steganografi sebetulnya telah digunakan berabad-abad yang lalu bahkan sebelum istilah steganografi itu sendiri muncul. Berikut adalah contoh penggunaan steganografi di masa lalu:
1. Selama terjadinya Perang Dunia ke-2, tinta yang tidak tampak (invisible ink) telah digunakan untuk menulis informasi pada lembaran kertas sehingga saat kertas tersebut jatuh di tangan pihak lain hanya akan tampak seperti lembaran kertas kosong biasa. Cairan seperti air kencing (urine), susu, vinegar, dan jus buah digunakan sebagai media penulisan sebab bila salah satu elemen tersebut dipanaskan, tulisan akan menggelap dan tampak melalui mata manusia.
2. Pada sejarah Yunani kuno, masyarakatnya biasa menggunakan seorang pembawa pesan sebagai perantara pengiriman pesan. Pengirim pesan tersebut akan dicukur rambutnya, untuk kemudian dituliskan suatu pesan pada kepalanya yang sudah botak. Setelah pesan dituliskan, pembawa pesan harus menunggu hingga rambutnya tumbuh kembali sebelum dapat mengirimkan pesan kepada pihak penerima. Pihak penerima kemudian akan mencukur rambut pembawa pesan tersebut untuk melihat pesan yang tersembunyi.
3. Metode lain yang digunakan oleh masyarakat Yunani kuno adalah dengan menggunakan lilin sebagai media penyembunyi pesan mereka. Pesan dituliskan pada suatu lembaran, dan lembaran tersebut akan ditutup dengan lilin untuk menyembunyikan pesan yang telah tertulis. Pihak penerima kemudian akan menghilangkan lilin dari lembaran tersebut untuk melihat pesan yang disampaikan oleh pihak pengirim.
Kegunaan Steganografi
Seperti perangkat keamanan lainnya, steganografi dapat digunakan untuk berbagai macam alasan, beberapa diantaranya untuk alasan yang baik, namun dapat juga untuk alasan yang tidak baik. Untuk tujuan legitimasi dapat digunakan pengamanan seperti citra dengan watermarking dengan alasan untuk perlindungan copyright. Digital watermark (yang juga dikenal dengan fingerprinting, yang dikhususkan untuk hal-hal menyangkut copyright) sangat mirip dengan steganografi karena menggunakan metode penyembunyian dalam arsip, yang muncul sebagai bagian asli dari arsip tersebut dan tidak mudah dideteksi oleh kebanyakan orang.
Steganografi juga dapat digunakan sebagai cara untuk membuat pengganti suatu nilai hash satu arah (yaitu pengguna mengambil suatu masukan panjang variabel dan membuat sebuah keluaran panjang statis dengan tipe string untuk melakukan verifikasi bahwa tidak ada perubahan yang dibuat pada variabel masukan yang asli). Selain itu juga, steganografi dapat digunakan sebagai tag-notes untuk citra online. Terakhir, steganografi juga dapat digunakan untuk melakukan perawatan atas kerahasiaan informasi yang berharga, untuk menjaga data tersebut dari kemungkinan sabotasi, pencuri, atau dari pihak yang tidak berwenang. Sayangnya, steganografi juga dapat digunakan untuk alasan yang ilegal. Sebagai contoh, jika seseorang telah mencuri data, mereka dapat menyembunyikan arsip curian tersebut ke dalam arsip lain dan mengirimkannya keluar tanpa menimbulkan kecurigaan siapapun karena tampak seperti email atau arsip normal. Selain itu, seseorang dengan hobi menyimpan pornografi, atau lebih parah lagi, menyimpannya dalam hard disk, mereka dapat menyembunyikan hobi buruk mereka tersebut melalui steganografi. Begitu pula dengan masalah terorisme, steganografi dapat digunakan oleh para teroris untuk menyamarkan komunikasi mereka dari pihak luar.
Tipe Media Steganografi
Dalam steganography, ada beberapa tipe media yang dapat digunakan untuk menyisipkan pesan rahasia. Tipe - tipe media ini dapat berfungsi sebagai media pembawa pesan rahasia, yang disebut dengan host message. Terdapat beberapa media dalam data digital yang dapat digunakan sebagai media steganography, diantarannya adalah File Sistem Komputer, Transmisi Protokol, Dokumen Text dan File Audio. Secara detail 4 tipe media steganography tersebut dapat dijelaskan dalam sub bab di bawah ini [Bender, 1998].
File Sistem Komputer
Sebagaimana penyimpanan data secara normal, sebuah file sistem komputer juga dapat digunakan untuk menyembunyikan informasi diantara file yang tidak terlihat penting. Sebagai contoh sebuah hard drive ketika menampakkan partisi dalam komputer pemakai dapat berisi partisi tersembunyi yang dapat membawa informasi tersembunyi didalamnya. Sebagai contoh sfspatch adalah sebuah potongan kernel, yang dapat berfungsi untuk memasukkan modul pendukung file steganography dalam sistem Linux.
Sfspatch menggunakan enkripsi secara bersamaan dengan tehnik steganography untuk menyembunyikan informasi rahasia di dalam disk sehingga tidak akan terlihat oleh pemakai awam [Westfeld, 1999].
Transmisi Protokol
Transmission Control Protocol (TCP) dan Intenet Protocol (IP) adalah sebagian dari protokol yang dapat digunakan untuk menyembunyikan informasi didalam bagian header tertentu. Beberapa bagian dari TCP/IP akan diubah atau dipotong melalui mekanisme paket filter atau melalui fragment-fragment yang dikumpulkan kembali. Bagaimanapun, terdapat beberapa bagian yang tidak dapat diubah. Bagian - bagian tersebut meliputi : Identification field, Sequence Number field, dan Acknowledge Sequence Number field.
Penyembunyian informasi dalam dokumen text
Menurut Bender et al [Bender, 1996] softcopy text merupakan salah satu tempat yang paling menarik untuk melakukan penyembunyian data. Karena kurangnya informasi redundan di dalam data text. Bender et al mendiskusikan tiga cara berbeda untuk melakukan penyembunyian di dalam data text. Metode - metode tersebut adalah : Metode Spasi Terbuka, Syntactic, dan Metode Semantic.
Penyembunyian informasi dalam File Audio
Bender et al mengungkapkan penyembunyian informasi dalam sinyal audio sebagai tantangan khusus. Hal ini disebabkan karena fakta bahwa Human Auditory System (HAS) berjalan melebihi jangkauan dinamis yang luas. Tetapi sebagaimana yang didiskusikan dalam paper masih terdapat beberapa kemungkinan untuk mengungkap sebagian "holes" yang tersedia. Terlebih dahulu untuk menyembunyikan informasi dalam data audio tidak hanya cukup untuk mengingat dari sensitivitas HAS, namun juga fakta bahwa sinyal audio berjalan diantara encoding dan decoding. Sinyal audio tersebut juga dapat berjalan melalui sebuah media penyimpan atau ditransmisikan melalui suatu media. Ketika data audio direpresentasikan secara digital, metode kuantisasi sample dan penilaian sampling temporal akan menjadi faktor penting. Beberapa tehnik dipresentasikan oleh Bender et al untuk menyembunyikan informasi melalui data audio meliputi low-bit encoding dan Phase coding. Dalam low-bit encoding informasi disimpan dengan mengubah Least Siginificant Bit (LSB) dari masing-masing sampling point menggunakan sebuah kode string biner.
Hasil ini dalam jumlah informasi yang besar dapat diencode dalam sebuah single data audio. Sebagai contoh apabila channel tanpa suara idealnya berkapasitas I Kbps maka nilai bit yang diberikan sebesar 8 Kbps untuk 8Khz sequence sample. Sementara sebagai cara termudah untuk menyembunyikan informasi dalam data audio, skema low-bit encoding dapat dihancurkan dengan niose channel dan re-sampling. Phase coding telah terbukti sebagai tehnik coding yang paling efektif dalam kasus sinyal ke rasio noise. Dalam metode ini phase dari sinyal audio asli akan diubah dengan referensi phase dari informasi yang akan disembunyikan. Bender et al menemukan bahwa sebuah kapasitas channel sekitar 8 bps dapat dicapai dengan mengalokasikan 128 slot frekuensi per bit dengan background noise yang minimum. Bender et al mendiskusikan metode untuk memperbaiki sinyal audio encoding dibawah channel komunikasi yang berbeda. Bagaimanapun, fokus penelitian ini terletak pada penyembunyian informasi dalam data grafik dan pembaca yang tertarik terhadap kasus ini dapat melihat dalam "Techiques for Data Hiding" oleh Bender et al.

CARA MEMBUAT FILE STEGANOGRAFI
1. Siapkan file dalam bentuk gambar, text, audio ataupun format lainnya (bebas) dan masukan lah ke dalam satu folder, misalkan saya membuat folder bernama mollyattack.
Misalnya saja saya menggunakan file gambar : marylin.jpg file gambar lainnya yang berformat 'psd' : STEGANO.psd, dan file dalam bentuk text file (notepad) : Myblog.txt
2. Langkah berikutnya yaitu jadikan file STEGANO.psd dan Myblog.txt menjadi satu kesatuan dalam bentuk mollyattack.rar. Caranya dengan mengeblok file STEGANO.psd dan Myblog.txt kemudian klik kanan dan lalu pilih add to archive....”.
3. Setelah itu pada folder yang akan digunakan untuk menyimpan semua file tadi saya tambahkan text file (notepad) , setelah itu ketikkan code dibawah ini :
echo off
cls
ren mollyattack.rar STEGANO.psd.rar (fungsinya untuk merename mollyattack.rar menjadi STEGANO.psd)
copy /b marylin.jpg+STEGANO.psd.rar marylin.jpg (berfungsi untuk memasukkan pesan rahasia kita, dalam hal ini isi dari STEGANO.psd.rar ke dalam marylin.jpg)

4.Kemudian simpan dalam folder tadi dengan nama finish.bat (namanya bebas terserah anda) dan ganti pada "Save as type"-nya pilih "All Files"
5. Setelah itu double klik file finish. Bat tadi. Maka akan muncul file gambar yang baru dengan nama marylin.jpg yang sudah berisi data rahasia.
6. Lalu untuk melihat file rahasia yang ada dalam gambar tesebut, klik kanan pada file marylin.jpg dan pilih “open with WinRAR Archiver”. Maka voila akan terlihat file yang sudah kita sembunyikan tadi.

Bagaimana, gampang kan cara membuatnya? sebenarnya masih banyak lagi cara - cara untuk menyembunyikan pesan kita, yang saya berikan ini hanya salah satu contoh sederhananya saja. Anda bisa menggunakan cara yang lain daripada ini. Selamat Mencoba! :)

Jumat, 25 Maret 2011

Pengertian Steganografi

Steganografi (Steganography) adalah suatu teknik untuk menyembunyikan informasi yang bersifat pribadi dengan sesuatu yang hasilnya akan tampak seperti informasi normal lainnya. Media informasi yang akan disembunyikan umumnya merupakan suatu media yang berbeda dengan media pembawa informasi rahasia, dimana disinilah fungsi dari teknik steganography yaitu sebagai teknik penyamaran menggunakan media lain yang berbeda sehingga informasi rahasia dalam media awal tidak terlihat secara jelas.

Steganografi biasanya sering disalahkaprahkan dengan kriptografi karenanya keduanya sama-sama bertujuan untuk melindungi informasi yang berharga. Perbedaannya terletak pada bagaimana proses penyembunyian data dan hasil akhir dari proses tersebut. Cryptography melakukan proses pengacakan data aslinya sehingga menghasilkan data terenkripsi yang benar- benar acak / seolah-olah berantakan (tetapi dapat dikembalikan ke bentuk semula) dan berbeda dengan aslinya, sedangkan stegranography menyembunyikan dalam data lain yang akan ditumpanginya tanpa mengubah data yang ditumpanginya tersebut sehingga data yang ditumpanginya sebelum dan setelah proses penyembunyian hampir sama. Dengan kata lain keluaran stegranography ini memiliki bentuk persepsi yang sama dengan bentuk aslinya, tentunya persepsi disini oleh indera manusia, tetapi tidak oleh komputer atau perangkat pengolah digital lainnya.
Kata steganografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata steganos (tersembunyi atau terselubung) dan graphein (tulisan). Steganografi di dunia modern biasanya mengacu pada informasi atau suatu arsip yang telah disembunyikan ke dalam suatu arsip citra digital, audio, atau video.
Semakin pentingnya nilai dari sebuah informasi, maka semakin berkembang pula metode-metode yang dapat digunakan untuk melakukan penyisipan informasi yang didukung pula dengan semakin berkembangnya media elektronik. Berbagai macam media elektronik kini telah dapat digunakan untuk melakukan berbagai fungsi steganography dengan berbagai macam tujuan dan fungsi yang diharapkan oleh penggunanya.
Sebagai fungsi yang umum, steganography digunakan untuk memberikan cap khusus dalam sebuah karya yang dibuat dalam format media elektronik sebagai identifikasi.
Satu hal esensial yang menjadi kelebihan steganografi adalah kemampuannya untuk menipu persepsi manusia. Manusia tidak memiliki insting untuk mencurigai adanya arsip-arsip yang memiliki informasi yang tersembunyi di dalamnya, terutama bila arsip tersebut tampak seperti arsip normal lainnya. Namun begitu terbentuk pula suatu teknik yang dikenal dengan steganalysis, yaitu suatu teknik yang digunakan untuk mendeteksi penggunaan steganografi pada suatu arsip. Seorang steganalyst tidak berusaha untuk melakukan dekripsi terhadap informasi yang tersembunyi dalam suatu arsip, yang dilakukan adalah berusaha untuk menemukannya. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi steganografi seperti melakukan pengamatan terhadap suatu arsip dan membandingkannya dengan salinan arsip yang dianggap belum direkayasa.
Sejarah Steganografi
Seperti kriptografi, penggunaan steganografi sebetulnya telah digunakan berabad-abad yang lalu bahkan sebelum istilah steganografi itu sendiri muncul. Berikut adalah contoh penggunaan steganografi di masa lalu:
1. Pada tahun 480 sebelum masehi, seseorang berkebangsaan Yunani yaitu Demaratus mengirimkan pesan kepada polis Sparta yang berisi peringatan mengenai penyerangan Xerxes yang ditunda. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan meja yang telah diukir kemudian diberi lapisan lilin untuk menutupi pesan tersebut, dengan begitu pesan dalam meja dapat disampaikan tanpa menimbulkan kecurigaan oleh para penjaga.
2. Pada abad ke 5 sebelum masehi, Histaiacus mengirimkan pesan kepada Aristagoras Miletus untuk memberontak terhadap raja Persia. Pesan disampaikan dengan cara mencukur kepala pembawa pesan dan mentato kepalanya dengan pesan tersebut. Setelah pesan dituliskan, pembawa pesan harus menunggu hingga rambutnya tumbuh kembali sebelum dapat mengirimkan pesan kepada pihak penerima. Pihak penerima kemudian akan mencukur rambut pembawa pesan tersebut untuk melihat pesan yang tersembunyi.
3. Metode lain yang digunakan oleh masyarakat Yunani kuno adalah dengan menggunakan lilin sebagai media penyembunyian pesan mereka. Pesan dituliskan pada suatu lembaran, dan lembaran tersebut akan ditutup dengan lilin untuk menyembunyikan pesan yang telah tertulis. Pihak penerima kemudian akan menghilangkan lilin dari lembaran tersebut untuk melihat pesan yang disampaikan oleh pihak pengirim.
4. Bangsa Romawi mengenal steganografi dengan menggunakan tinta tak-tampak (invisible ink) untuk menuliskan pesan. Tinta tersebut dibuat dari campuran sari buah, susu, dan cuka. Jika tinta digunakan untuk menulis maka tulisannya tidak tampak. Tulisan di atas kertas dapat dibaca dengan cara memanaskan kertas tersebut.